Tampilkan postingan dengan label Biologi Perikanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi Perikanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 April 2012

Biologi Perikanan #2 Seksualitas


Seksualitas
 

                Seksualitas adalah ciri yang membedakan antara jantan dan betina. Pada ikan yang menghasilkan sperma disebut ikan jantan dan yang menghasilkan telur disebut ikan betina. Pada suatu populasi dikatakan heteroseksual jika terdiri ikan jantan dan betina, dan dikatakan monoseksual jika terdiri ikan betina saja.
                Dalam seksualitas ikan betina dan jantan dapat dibedakan dengan 2 cara, yaitu sifat seksual primer dan sifat seksual sekunder. Sifat seksual primer ditandai dari adanya organ dalam yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi, yaitu testis pada jantan dan ovarium pada betina. Pada ikan jantan terdapat 2 lubang urogenital, 1 lubang tempat keluarnya urine dan sperma, dan 1 lubang tempat keluarnya feses.  Sedang pada ikan betina terdapat 3 lubang urogenital, masing-masing lubang yaitu untuk keluarnya urine, feses dan telur. Sifat seksual sekunder terbagi menjadi 2, yaitu dikromatisme adalah dilihat dari warna ikan tersebut, sedang dimorfisme adalah dilihat dari morfologi, seperti bentuk, panjang, sirip tubuh, dll. 
Lubang urogenital pada jantan dan betina.

Pada ikan jantan biasanya bentuk tubuhnya lebih ramping daripada betina, sirip dorsal lebih panjang dan menarik (pada ikan cupang/ Betta splendens), mempunyai gonopodium yaitu perpanjangan sirip anal (pada ikan platy pedang/ Xiphoporus maculatus), warna lebih menarik daripada betina dan perut tidak membuncit. Sedang pada ikan betina bentuk tubuhnya lebih besar, warna kurang menarik, dagu biasanya berwarna putih, sirip lebih kecil dan perut yang buncit.
Pada perairan, macam-macam seksualitas yaitu hermaprodit sinkroni, hermaprodit protandri, hermaprodit protogini, gonokhorisme tak berdiferensiasi dan gonokhorisme berdiferensiasi.
·         Hermaprodit yaitu waktu masih muda mempunyai gonad yang berorganisasi dua macam seks.  
-           Hermaprodit sinkroni yaitu golongan ikan gonadnya terdapat sel kelamin jantan dan betina yang akan matang bersama-sama. Contoh : Hepathus hepathus
-          Hermaprodit protandri yaitu golongan ikan yang kelaminnya berubah dari jantan menjadi betina. Contoh : Sparatus auratus
-          Hermaprodit protogini yaitu golongan ikan yang kelaminnya berubah dari betina menjadi jantan. Contoh : Belut sawah
·         Gonokhorisme yaitu kondisi seksual berganda.
-          Gonokhorisme tak berdiferensiasi yaitu ikan pada tahap juvenil tidak mempunyai jaringan yang jelas status  jantan dan betina, tetapi gonadnya kemudian berkembang menjadi setengah menjadi ovarium dan setengahnya menjadi testis, jadi dapat terjadi interseks.
-          Gonokhorisme berdiferensiasi yaitu sejak dari muda sudah terdapat perbedaan antara jantan dan betina, jadi tidak terdapat spesies yang interseks.

Minggu, 25 Maret 2012

Biologi Perikanan #1 Clarias batrachus(Lele)

LELE (Clarias batrachus)

     Lele merupakan salah satu komoditi air tawar yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Ikan ini memiliki ciri-ciri tubuh berbentuk compressed yaitu pipih ke samping pada ekor, juga depressed yaitu pipih ke bawah pada bagian kepala. Tubuhnya tanpa sisik, panjang dengan sirip punggung (dorsal fin) dan sirip anal (anal fin) panjang hingga ke bagian ekor (caudal) tetapi tidak menempel pada sirip ekor (caudal fin). Sirip ekor berbentuk rounded yaitu melingkar dan tubuhnya berwarna terang jika terkena cahaya dalam pembudidayaannya, akan berwarna lebih gelap jika kurang adanya cahaya. Pada bagian kepala terdapat barbel atau sungut masing-masing kiri dan kanan 4 buah.
     Ikan lele memiliki alat pernapasan tambahan yang disebut Aborescen organ yang merupakan membran yang berlipat-lipat penuh dengan kapiler darah. Alat ini terletak didalam ruangan sebelah atas insang. Dalam sejarah hidupnya lele. Lele harus mengambil oksigen dari udara langsung, untuk itu ia akan menyembul kepermukaan air(Zaki,2009).
     Menurut Jefri(2011) klasifikasi Ikan Lele sebagai berikut:
Phylum      : Chordata 
Kelas        : Pisces 
Subkelas   : Teleostei 
Ordo        : Ostareophyci 
Famili       : Claridae 
Genus       : Clarias 
Spesies     : Clarias batrachus 
     Ikan Lele (Clarias batrachus) merupakan ikan yang bersifat nokturnal, menurut Zaki (2009) yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan. 
     Lele (Clarias batrachus) menurut saya merupakan salah satu ikan yang romantis karena sebelum melakukan perkawinan lele jantan harus menentukan tempat untuknya kelak bersama sang betina. Lele jantan memilih tempat berukuran 20x20cm yang biasanya berupa pasir lembut, tidak pada aliran atau arus air yang tinggi karena tempat tersebut akan digunakan untuk induknya meletakkan telur-telurnya. 
     Pada musim kawin lele jantan biasanya terdapat luka-luka pada tubuhnya, itu karena lele jantan bertarung dengan lele jantan lain untuk memiliki betina. Setelah memenangkan pertempuran, lele betina akan mengikuti atau memilih lele jantan yang menang. 
     Lele jantan dan lele betina yang akan melakukan perkawinan dan menuju tempat yang telah disediakan jantan, akan berjalan beriringan bersama. Pada saat itu lele jantan memimpin lele betina, jadi kepala lele jantan berada lebih depan dibanding lele betina. Tetapi ketika mereka berada hampir dekat dengan sarang, keadaan berubah. Lele betina di depan lele jantan, dan kepala lele jantan berada di bagian perut lele betina. Gunanya agar gonad yang berada pada ovarium memenuhi bagian bawah ovarium sehingga mempermudah saat perkawinan. Kemudian lele jantan dan betina melakukan perkawinan.


       Setelah terjadi perkawinan, yaitu bertemunya telur dan juga sperma, sang induk meninggalkan telur-telurnya tersebut. Lele jantan yang bertanggung jawab menjaga telur-telur tersebut hingga menetas, lele jantan akan mengibas-ibas kan ekornya, itu berguna untuk telur mendapatkan suplai oksigen dari air juga menghidari predator agar telur tidak dimakan.